Secrita
Musik elektronik atau EDM (Electronic Dance Music) terus bergerak cepat — baik dari sisi produksi, konsumsi, maupun live-performance. Di 2025, industri ini menunjukkan perubahan yang lebih dalam: bukan hanya genre besar seperti House atau techno saja yang muncul, tapi juga sub-genre yang dulunya niche kini makin mendapat perhatian. Sebuah analisis terbaru menyebut bahwa musik kini “lebih didefinisikan oleh momen, bukan hanya genre”.
Di sisi festival besar juga terlihat sinyal kuat: di Coachella 2025, musik elektronik mengambil porsi “ hampir empat dari setiap sepuluh penampilan”.
Penjelasan ini penting karena membantu kita memahami mengapa genre-genre tertentu mulai unggul dan bagaimana pendengar di 2025 memilih musik elektronik.
Sebelum membahas genre spesifik, mari kita lihat tren yang membentuk lanskap EDM sekarang:
– Penggunaan AI dan generative tools mulai masuk ke workflow musisi elektronik.
– Produksi musik semakin “murah dan mudah”, memungkinkan lebih banyak kreator muncul.
– Format live dan interaktivitas menjadi nilai tambah—bukan hanya lagu yang diputar pasif tapi pengalaman yang dirasakan oleh pendengar.
Banyak analisis menyebut bahwa batas antar-genre makin kabur: pendengar sekarang bisa berpindah antar sub-genre dengan cepat, dan produser sering menggabungkan gaya yang berbeda.
Bagian dari tren adalah bahwa genre yang “lebih cepat”, “lebih keras”, atau “lebih intens” mulai mendapat sorotan—seperti tempo tinggi atau drop yang ekstrem.
Dengan memahami tren-umum ini, kita dapat lebih mudah memahami genre EDM mana yang sekarang digemari.
Berikut beberapa genre atau sub-genre yang cukup menonjol di tahun 2025: