Stay Connected

© 2026 Secrita Hub. All Rights Reserved.

Populer.

Mengapa Album "Soundtrack Film Action" Gledeg Wajib Didengar Pecinta Musik Keras Berbalut Humor?
musik

Mengapa Album "Soundtrack Film Action" Gledeg Wajib Didengar Pecinta Musik Keras Berbalut Humor?

Skena musik keras Indonesia, khususnya ranah hardcore punk, selalu dikenal dengan intensitas, kecepatan, dan pesan sosialnya yang lantang. Namun, pada tahun 2025, muncul sebuah entitas baru dari Jakarta yang berhasil menyuntikkan elemen yang tak terduga, namun sangat menyegarkan: komedi. Mereka adalah Gledeg, sebuah band yang dengan bangga mengusung panji "Hardcore Punk Komedi Sesuka Hati Kami." Puncak dari eksperimen musikal yang unik ini terwujud dalam rilisan penuh perdana mereka, album berjudul "Soundtrack Film Action". Dirilis pada 13 Mei 2025, album ini tidak hanya menjadi penanda kehadiran Gledeg di industri musik, tetapi juga sebuah manifesto bahwa musik keras tak harus selalu serius—ia juga bisa menjadi wadah untuk tawa dan absurditas kehidupan sehari-hari. Siapa Gledeg dan Mengapa Mereka Berbeda? Gledeg lahir pada tahun 2024 di tengah-tengah kancah musik Jakarta yang sudah padat. Formasinya terdiri dari empat nama yang beberapa di antaranya sudah dikenal luas di dunia komedi, yakni Wanda Oke (Vokal), Kicuy Aduy (Gitar), Patra Gumala (Bass), dan Oza Rangkuti (Drum). Kombinasi latar belakang ini—musisi dengan komedian—secara otomatis memberikan identitas yang sangat kuat dan berbeda bagi Gledeg. Mereka bukan sekadar band hardcore biasa; mereka adalah sebuah grup yang menolak pakem serius. Filosofi musik mereka, "Hardcore Punk Komedi Sesuka Hati Kami," adalah intisari dari semua karya yang mereka hasilkan. Musik mereka tetap menggelegar dengan riff gitar yang cepat, beat drum yang memacu adrenalin, dan vokal yang agresif, khas hardcore. Namun, kontrasnya muncul pada lirik. Alih-alih membicarakan politik atau isu sosial yang gelap, lirik-lirik Gledeg justru mengangkat tema-tema yang absurd, jenaka, dan sangat relatable dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban, mulai dari pengalaman macet hingga menu makanan. Inilah yang membuat Gledeg mampu menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk mereka yang awalnya tidak akrab dengan genre hardcore punk. "Soundtrack Film Action": Album Manifestasi Absurditas Sebelum merilis album penuh ini, Gledeg sempat memanaskan mesin dengan merilis EP berjudul Mimpi Jadi Kiper pada awal tahun 2025. EP tersebut sudah memberikan bocoran tentang durasi lagu mereka yang sangat singkat, rata-rata hanya satu menit, sebuah inspirasi jenaka yang mereka sebut "terinspirasi dari lagu-lagu Dream Theater" (sumber: zetizens). Tradisi durasi cepat ini berlanjut di album Soundtrack Film Action. Album Soundtrack Film Action berisi 12 lagu dengan total durasi kurang lebih 20 menit. Judul album ini sendiri sudah menunjukkan ironi dan humor khas Gledeg. Alih-alih menjadi lagu latar untuk adegan kejar-kejaran mobil yang serius, lagu-lagu ini justru dipenuhi narasi komikal. Proses Kreatif yang Spontan Menurut laporan RRI, album ini adalah manifestasi musikal yang diproduksi secara spontan di dalam studio. Sifat spontan inilah yang menjaga energi dan kejujuran humor dalam setiap track. Lirik-liriknya sebagian besar ditulis langsung oleh vokalis, Wanda yang dikenal memiliki persona kocak dan spontan. Hasilnya adalah musik yang secara instrumental keras dan cepat, namun liriknya penuh dengan kejenakaan. Menyelami Daftar Lagu Kunci Dua belas lagu dalam album ini adalah serangkaian mini-cerita konyol yang dibalut dalam balutan hardcore yang eksplosif. Berikut adalah beberapa track yang menonjol dan merefleksikan identitas Gledeg: "Pasukan Capek (Jakarta)" Sebagai lagu pembuka, "Pasukan Capek (Jakarta)" memberikan deskripsi yang paling akurat tentang realitas ibukota. Lagu ini secara satir mengangkat tema kelelahan, kemacetan, dan hiruk pikuk Jakarta dengan lirik yang lugas dan ngeselin (mengganggu). Energi awal lagu ini langsung menarik pendengar masuk ke dalam dunia hardcore Gledeg. "Soundtrack Film Action" (Judul Lagu dan Album) Lagu yang juga menjadi judul album ini berdurasi singkat, sekitar 1:39 menit (sumber: Apple Music). Track ini berfungsi sebagai inti dari konsep band. Musiknya memberikan sensasi terburu-buru, cocok dengan namanya, namun liriknya mungkin justru menceritakan hal yang sangat biasa, memberikan kontradiksi yang menghibur. Rilisan ini juga didahului oleh perilisan single dengan judul yang sama, yang berfungsi sebagai pemanasan menuju album penuh (sumber: Medcom & Gigsplay). "Balada Cinta Duda" Di penghujung album, lagu seperti "Balada Cinta Duda" menunjukkan bahwa Gledeg juga mampu bermain-main dengan tema "cinta" dengan perspektif yang unik. Dalam durasi 2:49, lagu ini menjadi salah satu track terpanjang di album, memberikan ruang lebih untuk bercerita, meski tetap dalam semangat yang gila dan konyol. Jejeran Judul Absurd Lainnya Soundtrack Film Action juga menyuguhkan judul-judul lagu yang sangat unik dan menggelitik, seperti: Kesurupan Wasit Cemilan Gunung Ayah Genit Filosofi Ayam Nasgor Pak Topi Parfum Astronot Kasir Migren Judul-judul ini adalah cerminan sempurna dari lirik yang tidak terduga dan jauh dari klise. Mereka mengambil inspirasi dari hal-hal sepele, mengubahnya menjadi amunisi punk yang bernilai. Dampak dan Respon Terhadap Gledeg Kehadiran Gledeg dengan album Soundtrack Film Action disambut dengan antusiasme yang tinggi di skena musik Indonesia. Mereka menawarkan alternatif yang segar di tengah gelombang musik keras. Kombinasi musikalitas yang solid dengan humor yang tajam menjadikan mereka band pendatang baru yang mencolok (sumber: Radar Bogor). Para anggota Gledeg, yang sebagian besar berasal dari dunia komedi, sukses membuktikan bahwa mereka serius dalam bermusik, meskipun tema lirik mereka adalah lelucon. Mereka berhasil menembus batasan genre dan menunjukkan bahwa hardcore punk tidak selalu tentang kemarahan, tetapi juga bisa menjadi saluran yang efektif untuk menyuarakan kritik ringan atau sekadar merayakan kekonyolan hidup. Dengan album perdana ini, Gledeg tidak hanya menggebrak, tetapi juga membuka jalan bagi band-band lain untuk mengeksplorasi perpaduan antara genre yang "serius" dengan elemen humor yang kuat, mengukuhkan identitas mereka sebagai pionir "Hardcore Punk Komedi" di Indonesia.

Terbaru.