Setelah sukses mengguncang panggung internasional lewat album debut Malaka (2023), trio funk asal Jakarta, ALI, kembALI dengan rilisan terbarunya: EP Patterns. Dirilis pada 21 Februari 2025, mini album ini menjadi penanda kedewasaan musikal band yang digawangi oleh Arswandaru, John Paul Patton, dan Absar Lebeh.
Jika Malaka adalah perkenalan yang ceria dengan nuansa disco-funk yang bouncy, Patterns adalah babak baru yang lebih gelap, sinematik, dan hipnotis. EP ini menunjukkan bahwa ALI siap menjelajahi spektrum Funk Timur Tengah mereka lebih jauh, sekALIgus menjadi bekal penting mereka untuk serangkaian tur di Jepang.
Evolusi Sound: Transisi dari Disko ke Psychedelic
Perbedaan pALIng mencolok antara EP Patterns dan Malaka terletak pada kedalaman atmosfernya. Di sini, ALI menggeser fokus dari funk dan disko yang jelas dan upbeat menjadi sound yang lebih psychedelic dan deep.
1. Lebih MinimALIs, Lebih Kuat
Di enam track barunya, ALI lebih berani menggunakan ruang sound. Groove mereka tidak lagi terburu-buru, melainkan dibangun secara perlahan. Permainan bassline dari Arswandaru dan beat John Paul Patton terasa semakin terstruktur, menciptakan pola ritme yang repetitif dan meditatif—sesuai dengan judulnya, "Patterns."
2. Sentuhan Elektronik dan Atmosfer Arab yang Lebih Matang
EP ini menampilkan eksplorasi musik yang lebih matang, dengan nuansa elektronik dan instrumental yang semakin memperkaya warna musik mereka. Sentuhan Timur Tengah tetap menjadi signature, terutama melalui melodi gitar Absar Lebeh yang terasa misterius. Lagu seperti "Orient" dan "Blue Lotus" sangat menonjolkan aspek sinematik, seolah menjadi soundtrack film thriller retro tahun '70-an.
Enam Track Perjalanan Baru
Patterns memuat enam materi baru yang menunjukkan eksplorasi ritme dan melodi, menggambarkan perjalanan yang misterius:
-
Pulse
-
Orient
-
Al Janoub
-
Blue Lotus
-
Moon Phase
-
Shaman's Walk
Penempatan "Shaman's Walk" sebagai penutup terasa pas, memberikan kesan seperti sebuah ritual yang dituntaskan. Seluruh track didukung oleh additional perkusi dari Ayla Adjie, yang membuat lapisan groove mereka semakin kaya dan kompleks.