-
Dalam beberapa tahun terakhir, musik instrumental dan neoklasik pelan-pelan menemukan kembali ruangnya di tengah hiruk pikuk musik populer. Salah satu nama yang cukup konsisten mencuri perhatian adalah Hania Rani, pianis dan komposer asal Polandia. Lewat albumnya yang berjudul Sentimental Value, Hania Rani menghadirkan karya yang terasa sangat personal, hening, dan emosional, tanpa perlu banyak kata.
Album ini bukan sekadar kumpulan Komposisi Piano. Ia adalah ruang refleksi, tempat pendengar diajak berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan berdamai dengan perasaan-perasaan yang sering sulit diungkapkan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat Sentimental Value begitu istimewa?
Hania Rani dikenal sebagai musisi yang bergerak di wilayah neoklasik, ambient, dan minimalisme modern. Ia tidak hanya piawai memainkan piano, tetapi juga berani mengeksplorasi tekstur suara, elektronik halus, serta lapisan atmosfer yang intim.
Sebelum Sentimental Value, Hania Rani sudah dikenal lewat karya-karya yang menekankan keheningan dan ruang. Pendekatannya cenderung jujur dan tidak berlebihan. Musiknya tidak berusaha “menghibur” secara instan, melainkan menemani.
Sentimental Value bisa dibilang sebagai album yang lahir dari pengalaman personal dan hubungan emosional dengan ingatan. Judulnya sendiri sudah memberi petunjuk: album ini berbicara tentang nilai perasaan, kenangan, dan emosi yang sering kali tidak bisa diukur secara logis.
Secara musikal, album ini didominasi piano, namun tidak kaku dalam bentuk klasik. Ada sentuhan ambient, elektronik tipis, dan pengolahan ruang suara yang membuat setiap track terasa seperti fragmen cerita. Musiknya berjalan pelan, tidak terburu-buru, seolah memberi izin kepada pendengar untuk bernapas.
Menariknya, Sentimental Value tidak jatuh ke nostalgia yang klise. Hania Rani tidak mencoba “memancing” emosi dengan melodi dramatis berlebihan. Justru kekuatannya ada pada kesederhanaan.