Secrita - November 04, 2025 - 11:30 | Secrita
Cuaca Mendung? Jangan Sedih! Begini 4 Cara Menikmati Supermoon Terbesar 2025 Secara Digital

Cuaca Mendung? Jangan Sedih! Begini 4 Cara Menikmati Supermoon Terbesar 2025 Secara Digital

Secrita

November 2025 kembali menghadirkan pertunjukan langit yang spektakuler, yaitu fenomena Supermoon. Secara astronomi, fenomena ini dikenal sebagai Purnama Perige atau populer dijuluki "Beaver Moon". Para pakar menyebutkan bahwa Supermoon yang terjadi pada 5 November ini merupakan yang terbesar dan tercerah sepanjang tahun 2025, menjadikannya momen yang sangat sayang untuk dilewatkan oleh para penikmat langit di seluruh Indonesia.

Apa Sebenarnya Supermoon Itu?

Supermoon adalah istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan Bulan Purnama yang terjadi ketika Bulan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi dalam orbit elipsnya. Titik terdekat ini disebut perigee.

Karena orbit Bulan tidak berbentuk lingkaran sempurna, jaraknya dengan Bumi selalu berubah. Ketika Purnama bertepatan dengan Perigee, Bulan akan terlihat:

  • 14% Lebih Besar: Dibandingkan dengan Bulan Purnama yang berada di titik terjauh (apogee).

  • 30% Lebih Terang: Cahaya yang dipantulkan ke Bumi jauh lebih intens.

Meskipun persentase ini terdengar kecil, perbedaannya akan terasa sangat dramatis, terutama saat Bulan baru terbit di ufuk timur, di mana ilusi optik (moon illusion) akan membuatnya tampak raksasa.

Kapan Supermoon Mencapai Puncak di Indonesia?

Fenomena ini dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, asalkan kondisi cuaca cerah dan langit tidak mendung. Untuk waktu puncaknya, mari kita konversikan berdasarkan Zona Waktu Indonesia (mengacu pada data BMKG):

Puncak Fase Purnama (Bulan Paling Penuh)

Fase Bulan Purnama secara resmi terjadi pada Rabu, 5 November 2025 pukul 20.19 WIB.

Berikut konversi waktu puncaknya untuk seluruh wilayah Indonesia:

Zona Waktu Waktu Puncak (5 November 2025) Wilayah yang Mencakup
WIB (Waktu Indonesia Barat) 20.19 WIB (Pukul 8 Malam 19 Menit) Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah
WITA (Waktu Indonesia Tengah) 21.19 WITA (Pukul 9 Malam 19 Menit) Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara
WIT (Waktu Indonesia Timur) 22.19 WIT (Pukul 10 Malam 19 Menit) Maluku dan Papua

Waktu Terbaik Pengamatan (Secara Visual)

artikel teknologi lainnya

Bye-bye Nuklir! Alasan Kuat Jerman Stop Semua Pembaangkit Listrik Tenaga Nuklir

Bye-bye Nuklir! Alasan Kuat Jerman Stop Semua Pembaangkit Listrik Tenaga Nuklir

Mengapa Jerman Takut PLTN, Sementara Dunia Ramai-Ramai…

Perbedaan Kapal Selam Nuklir: Tidak Semua Bawa Hulu Ledak Nuklir, Ini Alasannya

Perbedaan Kapal Selam Nuklir: Tidak Semua Bawa Hulu Ledak Nuklir, Ini Alasannya

SSN vs SSBN: Jangan Salah Kaprah! Benarkah Kapal Selam…

Setelah India, OpenAI Luncurkan Paket ChatGPT Go yang Terjangkau di Indonesia

Setelah India, OpenAI Luncurkan Paket ChatGPT Go yang Terjangkau di Indonesia

Setelah Sukses di India, OpenAI Resmi Rilis Paket…