-
EP Rene terdiri dari beberapa lagu yang masing-masing memiliki nyawa tersendiri, namun tetap berada dalam satu garis merah narasi yang sama. Mari kita bedah bagaimana transisi emosi yang ditawarkan oleh Lotus From Jakarta dalam rilisan ini.
Lagu-lagu dalam EP ini dibuka dengan aransemen yang cenderung clean namun penuh lapisan. Penggunaan reverb pada gitar menciptakan ruang yang luas, memberikan kesan "dreamy" yang membuat pendengar seolah melayang di udara Jakarta di sore hari. Vokal yang disuguhkan pun tidak berlebihan; ia mengalir tenang, menyampaikan lirik-lirik yang puitis namun tetap mudah dicerna.
Salah satu kekuatan utama Rene terletak pada penulisan liriknya. Lotus From Jakarta banyak mengangkat tema-tema seputar kehilangan, keraguan diri, hingga akhirnya menemukan titik balik untuk bangkit. Di era di mana banyak lagu hanya mengejar viralitas lewat potongan hook pendek, Rene justru mengajak kita untuk mendengarkan lagu secara utuh untuk memahami ceritanya.
Meskipun terasa tenang di beberapa bagian, EP ini juga memiliki momen-momen ledakan emosi. Gebukan drum yang lebih bertenaga di bagian bridge atau solo gitar yang melengking tipis memberikan dinamika agar pendengar tidak merasa jenuh. Ini menunjukkan bahwa Lotus From Jakarta memiliki kemampuan songwriting yang cukup matang untuk ukuran band independen.
Hal yang patut diapresiasi dari EP Rene adalah kualitas produksinya. Sebagai band independen, mereka berhasil menghasilkan suara yang jernih namun tetap mempertahankan karakter "raw" atau mentah yang menjadi ciri khas musik indie.
Mixing dan mastering dalam EP ini memberikan ruang yang pas bagi setiap instrumen. Kita bisa mendengar petikan bas yang hangat tanpa menutupi denting gitar yang manis. Estetika suara ini sangat cocok dengan visual yang mereka usung—sering kali bernuansa retro atau lo-fi namun dikemas dengan cara yang modern.