Secrita - October 14, 2025 - 08:35 | Secrita
Polusi Udara: Seberapa Amankah Beraktivitas di Luar Ruangan? Cek Jawabannya di Nafas ID!

Polusi Udara: Seberapa Amankah Beraktivitas di Luar Ruangan? Cek Jawabannya di Nafas ID!

Secrita

Polusi udara telah menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar, terutama di kota-kota besar Indonesia seperti Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya. Partikel berbahaya, khususnya Particulate Matter (PM) 2.5, dapat menembus sistem pernapasan dan aliran darah, memicu berbagai masalah kesehatan serius mulai dari iritasi mata hingga penyakit jantung dan paru-paru kronis. Di tengah ancaman yang tak kasat mata ini, memiliki akses ke informasi kualitas udara yang akurat dan real-time bukanlah lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan esensial.

Inilah mengapa Nafas ID hadir. Aplikasi buatan Indonesia ini dirancang secara spesifik untuk mengatasi minimnya transparansi dan ketersediaan data polusi udara lokal yang selama ini menjadi kendala. Nafas ID tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga memberdayakan penggunanya untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan proaktif demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Jaringan Sensor Terbesar untuk Data Kualitas Udara yang Lebih Akurat

Salah satu keunggulan utama yang membedakan Nafas ID dari aplikasi pemantau kualitas udara global adalah kepemilikan jaringan sensor yang luas dan terdistribusi secara strategis di berbagai kota di Indonesia.

Nafas ID membangun jaringan sensor kualitas udara terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 160 sensor yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan kota-kota besar lainnya (Sumber: Nafas ID di Google Play Store & App Store, per pembaruan informasi terkini).

Setiap sensor ini secara terus-menerus mengukur konsentrasi polutan, terutama PM2.5, yang merupakan indikator polusi udara paling berbahaya. Data yang direkam bersifat real-time dan diperbarui setiap beberapa menit, memastikan bahwa informasi yang diterima pengguna sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hal ini sangat krusial, mengingat kualitas udara dapat berubah drastis dalam hitungan jam tergantung pada kondisi cuaca, lalu lintas, dan aktivitas industri.

Fokus Utama: Partikel PM2.5 dan Indeks Kualitas Udara (AQI)

Aplikasi Nafas ID memfokuskan pengukuran pada polutan Partikel Halus (PM2.5), yaitu partikel udara berukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Tingkat PM2.5 yang tinggi menjadi perhatian utama karena kemampuannya menembus jauh ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke pembuluh darah, yang terkait dengan dampak kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam aplikasi, hasil pengukuran PM2.5 ini kemudian dikonversi menjadi Indeks Kualitas Udara (AQI) menggunakan standar internasional, biasanya standar US AQI, yang mudah dipahami melalui kode warna.

  • Hijau: Baik

  • Kuning: Moderat

  • Oranye: Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

  • Merah: Tidak Sehat

artikel teknologi lainnya

Mengapa Produk Audio Tiongkok (IEM/Earphone) Begitu Populer dan Mendominasi Pasar Global, Emang bagus ya?

Mengapa Produk Audio Tiongkok (IEM/Earphone) Begitu Populer dan Mendominasi Pasar Global, Emang bagus ya?

headset, dan earphone Tiongkok membanjiri pasar audio…

Polusi Udara: Seberapa Amankah Beraktivitas di Luar Ruangan? Cek Jawabannya di Nafas ID!

Polusi Udara: Seberapa Amankah Beraktivitas di Luar Ruangan? Cek Jawabannya di Nafas ID!

Aplikasi Nafas ID menyediakan data kualitas udara…

Perbedaan Kapal Selam Nuklir: Tidak Semua Bawa Hulu Ledak Nuklir, Ini Alasannya

Perbedaan Kapal Selam Nuklir: Tidak Semua Bawa Hulu Ledak Nuklir, Ini Alasannya

SSN vs SSBN: Jangan Salah Kaprah! Benarkah Kapal Selam…