Game Berbasis AI Membanjiri Steam, Developer Indie Mulai Terancam Kehilangan Sorotan

A
Afi
Game Berbasis AI Membanjiri Steam, Developer Indie Mulai Terancam Kehilangan Sorotan

Steam mulai menghadapi persoalan baru seiring semakin mudahnya teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk membuat video game. Jumlah game yang mengungkapkan penggunaan ai generatif meningkat tajam sepanjang 2026. Di tengah lonjakan tersebut, muncul kekhawatiran bahwa game berkualitas rendah yang diproduksi secara massal bisa membuat karya developer independen semakin sulit ditemukan pemain.

Laporan yang dipublikasikan Game*Spark pada 2 November 2026 menunjukkan bahwa sekitar 49,9% game baru yang dirilis di Steam selama Oktober mencantumkan penggunaan ai generatif. Angka tersebut meningkat jauh dibandingkan Januari 2024, ketika proporsinya masih berada di kisaran 1,7%.

Data tersebut berasal dari analisis terhadap sekitar 63.600 judul game yang dirilis di Steam sejak Januari 2024. Meski begitu, angka ini mengacu pada pengungkapan penggunaan AI oleh pengembang, bukan berarti seluruh game tersebut dibuat sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan.

Penggunaan AI di Steam Meningkat Pesat

Perubahan ini memperlihatkan betapa cepatnya ai generatif masuk ke dalam industri pengembangan game. Teknologi tersebut kini dapat membantu membuat ilustrasi, desain karakter, musik, dialog, hingga materi promosi.

Bagi studio kecil dan developer independen, kehadiran teknologi ini sebenarnya menawarkan peluang baru. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu dapat dibantu oleh berbagai perangkat AI, sehingga proses produksi menjadi lebih mudah dijangkau.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa konsekuensi. Ketika semakin banyak orang bisa menghasilkan aset visual dan materi game dalam waktu singkat, jumlah produk yang masuk ke toko digital ikut bertambah.

Masalah muncul ketika kemudahan produksi tidak diikuti dengan kualitas permainan yang memadai. Sebagian pengembang memanfaatkan proses produksi yang sangat cepat untuk menerbitkan game dengan konsep serupa, aset minim, atau pengalaman bermain yang kurang matang.

Fenomena ini kerap disebut sebagai AI slop, istilah yang digunakan untuk menggambarkan konten buatan AI dalam jumlah besar tetapi minim kualitas atau nilai kreatif.

valve Mulai Mengakui Masalah game ai di steam

Persoalan tersebut bahkan sudah menjadi perhatian valve, perusahaan di balik Steam.

Dalam acara Steam Indie Connect di Busan, Korea Selatan, pada akhir Oktober 2026, perwakilan valve, Tom Giardino dan Marc Wilkinson, membahas meningkatnya game berkualitas rendah serta persoalan peniruan game menggunakan AI.

valve mengakui bahwa situasi ini menjadi tantangan bagi ekosistem Steam. Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah developer mulai enggan memperlihatkan demo atau konsep permainan mereka karena khawatir idenya ditiru dan diterbitkan oleh pihak lain lebih cepat.

Cerita Lainnya

After-Read Selection

Weekly Escapism.

Handpicked digital deals for your downtime.

Claim Deals