Secrita
Judul lagu ini, "Let Me Grow And You'll See The Fruit", terdengar seperti sebuah permohonan atau mungkin sebuah peringatan. Di balik lirik-liriknya yang mungkin terasa acak bagi pendengar baru, tersimpan tema besar tentang kesabaran dan proses menjadi diri sendiri.
Florence Shaw memiliki bakat unik dalam mengambil fragmen kehidupan yang membosankan dan mengubahnya menjadi sesuatu yang puitis. Dalam lagu ini, liriknya mencakup berbagai hal, mulai dari detail tentang benda-benda di sekitarnya hingga refleksi batin yang mendalam.
Banyak kritikus berpendapat bahwa lirik Shaw adalah hasil dari metode cut-up, di mana ia mengumpulkan potongan kalimat dari berbagai sumber. Namun, dalam lagu ini, benang merahnya terasa lebih jelas: ini adalah tentang keinginan untuk diberikan ruang. Dunia sering kali menuntut hasil instan, namun judul lagu ini mengingatkan kita bahwa buah hanya akan muncul jika pohonnya dibiarkan tumbuh sesuai waktunya.
Ada kesan kuat dalam lagu ini mengenai pentingnya menjaga jarak dari ekspektasi orang lain. Liriknya sering kali menyiratkan bahwa ada bagian dari diri kita yang tidak perlu dijelaskan kepada dunia. Dengan membiarkan diri kita "tumbuh" tanpa gangguan, kita sebenarnya sedang memproses sesuatu yang lebih besar yang nantinya akan terlihat dengan sendirinya.
Di era media sosial di mana semua orang merasa perlu memamerkan "buah" atau hasil kerja mereka setiap saat, lagu ini adalah antitesis yang segar. "Let Me Grow And You'll See The Fruit" merayakan proses yang tidak terlihat.
Lagu ini mengajak kita untuk:
Menghargai Keheningan: Tidak semua hal harus dikomentari atau diteriakkan.
Menikmati Proses: Pertumbuhan sering kali membosankan dan lambat, dan itu tidak apa-apa.
Melihat Keindahan dalam Ketidakjelasan: Terkadang, seni tidak harus memiliki makna yang lugas untuk bisa dirasakan.