-
Pemisahan Instrumen: Anda bisa membedakan setiap dentingan senar gitar, pukulan simbal, dan desahan napas vokalis dengan lebih jelas.
Kedalaman Suara (Soundstage): Musik terasa lebih luas, tidak hanya menempel di telinga, seolah-olah Anda berada di tengah-tengah konser.
Transparansi & Kejernihan: Suara menjadi lebih bersih, tanpa noise atau digital artifacts yang terkadang muncul akibat kompresi berlebihan.
Jadi, kembali ke pertanyaan awal: Sebagus apa lossless-nya Spotify Platinum nanti?
Berdasarkan rumor dan laporan yang beredar—meski belum ada pengumuman resmi—Spotify Platinum diharapkan dapat menandingi kualitas yang ditawarkan oleh pesaing seperti Apple Music (Hi-Res Lossless) atau Tidal (Tidal HiFi).
Target minimal yang harus dicapai Spotify Platinum adalah kualitas setara CD, yaitu 16-bit pada sampling rate 44.1 kHz. Inilah standar minimal untuk menyebutnya sebagai "lossless" atau HiFi.
Beberapa laporan bahkan berspekulasi bahwa Spotify mungkin akan menawarkan opsi Hi-Res Audio atau Audio Resolusi Tinggi (24-bit/96 kHz atau bahkan 24-bit/192 kHz). Namun, ini masih spekulasi. Kualitas setara CD saja sudah merupakan game changer bagi Spotify.
Penting untuk diingat, merasakan manfaat penuh dari audio lossless tidak semudah sekadar berlangganan paket baru. Ada beberapa faktor lain yang memengaruhi:
Headphone/Speaker: Headphone atau earphone standar mungkin tidak mampu mereproduksi detail lossless dengan baik. Anda memerlukan perangkat yang dirancang untuk audio resolusi tinggi, sering kali ditandai dengan label "Hi-Res Audio".
DAC Eksternal: Untuk mencapai kualitas Hi-Res penuh (24-bit/96 kHz ke atas), Anda mungkin memerlukan DAC (Digital-to-Analog Converter) eksternal untuk memproses file berukuran besar tersebut tanpa hambatan.