-
Tidak semua pemutaran dihitung sebagai satu play. Spotify menerapkan aturan dasar:
lagu harus diputar minimal sekitar 30 detik agar dihitung sebagai satu stream.
Kalau kamu memutar lagu lalu langsung skip dalam beberapa detik, kemungkinan besar itu tidak masuk ke perhitungan utama. Aturan ini penting agar data Wrapped tidak bias oleh lagu yang hanya “tersentuh sebentar”.
Setelah data terkumpul, Spotify melakukan proses agregasi, yaitu mengelompokkan data mentah menjadi statistik yang lebih bermakna. Contohnya:
Total menit mendengarkan selama setahun
Lagu yang paling sering diputar
Artis dengan total durasi dengar tertinggi
Genre yang paling sering muncul di daftar putar
Di tahap ini, Spotify tidak hanya menghitung jumlah play, tapi juga durasi dan konsistensi. Artis yang sering kamu dengarkan sepanjang tahun biasanya punya bobot lebih tinggi dibanding artis yang hanya sering diputar dalam satu minggu saja.
Di sinilah teknologi Spotify benar-benar bekerja. Spotify menggunakan algoritma dan machine learning untuk:
Mengelompokkan genre (karena satu lagu bisa masuk lebih dari satu genre)
Menentukan “top artist” dan “top song” secara lebih akurat
Membaca pola mendengarkan (misalnya kamu lebih sering mendengarkan musik sedih di malam hari)
Machine learning membantu Spotify memahami kebiasaan, bukan hanya angka. Itu sebabnya Wrapped bisa menampilkan insight seperti “kamu tipe pendengar yang setia” atau “kamu suka eksplorasi genre baru”.