Secrita
Tempo dan tenaga musik mereka ekstrem — seringkali melewati 180-200 BPM, menggabungkan hardcore/footwork/techno dengan ritme yang berasal dari tradisi lokal.
Live performance mereka pun ekstrem: Ican Harem sebagai vokalis/hype-man sering menyertakan unsur performatif seperti teriak, gerakan fisik, panggung yang keras dan intens — menunjukkan bahwa mereka melihat musik mereka sebagai pengalaman total, bukan sekadar lagu.
Semua ini menciptakan suara yang “berakar” di Indonesia, namun juga “bergeser” ke ranah eksperimental global.
Mengapa memilih elemen lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan GMO? Berikut beberapa alasannya:
Autentisitas identitas: GMO menunjukkan bahwa menjadi “Indonesia” dalam musik bukanlah hambatan, tetapi kekuatan. Mereka mengaku bahwa proyek ini adalah “medium for us to explore our Indonesian identity”.
Perbedaan di tengah arus global: Banyak musik elektronik dari Asia Tenggara mencoba meniru gaya Barat. GMO memilih sebaliknya: mereka tetap mengambil inspirasi Barat (electronic, footwork, gabber) tetapi dialihkan melalui filter lokal, sehingga terdengar berbeda dan segar.
Jembatan budaya: Dengan menggabungkan gamelan, dangdut dan elektronik ekstrem, mereka bisa menjembatani generasi muda Indonesia yang tumbuh dengan internet & klub bersama dengan akar tradisi yang lebih tua — menciptakan jembatan antar generasi.
Eksperimen yang relevan: Pendekatan teknis mereka (misalnya micro-tuning, skala pelog) menunjukkan bahwa tradisi tidak harus “digunakan” secara statis atau museum-like, tetapi bisa di-rekontekstualisasi secara progresif.
Beberapa karya GMO sangat jelas menunjukkan bagaimana elemen lokal dan eksperimen mereka bertemu: